Wednesday, August 25, 2010

Husnuzhan


"In the name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful"



A. Husnuzhan kepada Allah SWT
1. Pengertian
Husnuzhan merupakan lawan kata dari su`uzhan. Husnuzhan berarti berbaik sangka, sedangkan su`uzhan berarti berburuk sangka. Seorang muslim diperintahkan untuk senantiasa berbaik sangka kepada Allah SWT. Bentuk husnuzhan seorang hamba kepada Allah SWT adalah dengan terus beranggapan bahwa segala sesuatu yang ditakdirkan Allah SWT kepada dirinya adalah pilihan yang terbaik dari Allah SWT. Adapun jika kenyataan yang dia terima merupakan kenyataan yang pahit atau tidak sesuai dengan keinginannya, hendaklah dia menerimanya dengan tabah dan kembali berintrospeksi diri dan tidak serta merta berprasangka bahwa Allah SWT telah berkehendak buruk baginya.

Di sisi lain mengapa manusia diwajibkan untuk berhusnuzhan kepada Allah SWT, karena pengetahuan manusia sangatlah terbatas. Manusia hanya mngetahui hal-hal yang sifatnya kasat mata dan sama sekali tidak mengetahui rahaisa dibaliknya. Karena itulah kita harus berhusnuzhan kepada Allah SWT. Sebab apa yang dia kira suatu kebaikan, belum tentu baik dimata Allah SWT, dan begitu juga sebaliknya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT:
“ Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah SWT mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” (QS. Al Baqarah : 216)
Dan di dalam ayat yang lain Allah SWT juga berfirman:
“ Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka Karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang Telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah SWT menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa: 19)
2. Manfaat Husnuzhan
Adapun manfaat yang dapat dirasakan oleh seorang hamba yang selalu berhusnuzhan kepada Allah SWT adalah dapat meningkatkan kadar keimanannya kepada Allah SWT. Hal ini terwujudkan dalam kehidupan sehari-harinya, misalnya saja ketika seorang hamba mendapatkan musibah, dia yakin itu merupakan ujian Allah SWT untuknya dan ujian itu tidak akan melebihi kemampuannya. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur`an surat Al Baqarah ayat 286:
“ Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. beri ma’aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”
Manfaat yang lain yang didapatkan dari sifat husnuzhan kepada Allah SWT adalah selalu mendapatkan pertolongan dari Allah SWT, sehingga ia selalu mendapatkan kemudahan dalam hidupnya. Hal ini karena keyakinannya terhadap Allah SWT bahwa ia akan selalu diberikan yang terbaik oleh-Nya. Sebab kehendak Allah SWT salah satunya sesuai dengan prasangka hamba kepada-Nya. Firman Allah SWT dalam surat Al Hajj ayat 15:
“ Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah SWT sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, Maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, Kemudian hendaklah ia melaluinya, Kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.”
B. Husnuzhan terhadap Diri Sendiri
Husnuzhan terhadap diri sendiri adalah sikap seorang muslim yang bisa menghadapi hidup dengan penuh harapan dan tidak pernah putus asa. Sikap seperti ini sangat dibutuhkan manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Karena sifat inilah yang dapat menumbuhkan sifat-sifat positif lainnya sperti sifat gigih dan selalu berinisiatif.

Dalam hal ini manusia kan selalu mengejar apa yang menjadi keinginannya dan apa yang menjadi cita-citanya. Ia akan selalu berusaha dan tak lupa pula berdoa keada Allah SWT atas semuanya itu.
Firman Allah SWT dalam Al Qur`an surat Al Mu`min ayat 60:
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
Dengan selalu berdoa kepada Allah SWT dan terus berusaha tanpa putus asa, maka Allah SWT akan mengabulkan keinginannya. Hal ini juga dipertegas dalam firman-Nya:
“ Sesungguhnya Allah SWT tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” (QS. Ar Ra`d: 11)
C. Husnuzhan terhadap Sesama Manusia
Hampir setiap waktu kita berinteraksi dengan orang lain, dan dari interaksi itulah kerap kali timbul salah paham-salah paham yang menjadi kerikil dalam komunikasi.Hampir setiap hari kita melakukan kesalahan. Baik yang disadari maupun tidak. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk melakukan taubat setiap hari. Bukan sekadar bila melakukan kesalahan saja. Kita tidak selalu menyadari apakah kata-kata yang terucap melukai perasaan seseorang atau tidak. Sikap kita membuat orang lain tersinggung atau tidak. Dan hal-hal lain yang kita lakukan selama berinteraksi dengan orang lain. Seperti juga kita tidak mengetahui maksud seseorang ketika perkataannya atau tingkahnya menyisakan perasaan tidak nyaman bagi kita. Entah sedih, senang, malu, atau marah. Lawan komunikasi kita di segala aktivitas yang kita lakukan tidak pula memahami tiap tutur dan tindakan kita yang kita sengaja maupun yang tidak kita sadari terjadinya.

Hubungan baik antara sesama manusia, khususnya antara mukmin yang satu dengan mumnin yang lain merupakan suatu yang harus dijalin dengan sebaik-baiknya. Hal ini karena Allah SWT telah menggarisbawahi bahwa seluruh kaum mukmin adalah bersaudara, sebagaimana firman Allah SWT:
“ Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al Hujurat : 10)
Karena setiap saat kita dapat menjadi orang yang melukai atau dilukai atau keduanya dalam waktu yang bersamaan setiap saat, maka kita amat perlu memelihara dan memupuk kemampuan untuk berbaik sangka (husnuzhan) dan berlapang dada. Apabila ada masalah kita harus mencegah prasangka buruk yang mungkin timbul pada diri kita dengan berani bertanya mengenai duduk permasalahannya. Dan yang paling akhir adalah berani meminta maaf atau memaafkan bila kita memang salah atau ketika orang lain meminta maaf. Hal ini dimaksudkan agar ukhuwah Islamiyah tetap terjalin dengan baik.
Firman Allah dalam Al Qur`an surat Al Hujurat ayat 6:
“ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
Selain bisa menjaga ukhuwah Islamiyah, sifat husnuzhan diharapkan dapat memberi manfaat bagi pelakunya. Manfaat tersebut diantaranya:
1. Hidup terasa lebih indah dalam suasana kedamaian dan ketenangan
2. Terhindar dari penyesalan dalam menjalin hubungan sesama
3. Hubungan antar sesama menjadi lebih baik dan bertahan lama
4. Terhindar dari sifat iri hati atas kesuksesan orang lain
Source: http://ridu0ne.wordpress.com/2009/02/10/husnuzhan/

No comments: